Service
Bagaimana Telinga Bekerja

Telinga manusia menerima dan mentransmisikan gelombang bunyi ke otak dimana bunyi tersebut akan di analisa dan di intrepretasikan. Cara paling mudah untuk menggambarkan fungsi dari telinga adalah dengan menggambarkan cara bunyi dibawa dari permulaan sampai akhir dari setiap bagian-bagian telinga yang berbeda.
1 - TELINGA BAGIAN LUAR
Mengumpulkan gelombang bunyi dan menyalurkannya kedalam liang telinga dimana disini bunyi diperkeras oleh saluran yang berbentuk seperti corong pada gendang telinga.
2 - TELINGA BAGIAN TENGAH
Telinga tengah adalah ruang berisi udara yang menghubungkan rongga
hidung dan tenggorokan dihubungkan melalui tuba eustachius, yang
fungsinya menyamakan tekanan udara pada kedua sisi gendang telinga. Tuba
eustachius lazimnya dalam keadaan tertutup akan tetapi dapat terbuka
secara alami ketika anda menelan dan menguap.
Setelah sampai pada gendang telinga, gelombang suara akan menyebabkan bergetarnya gendang telinga, lalu dengan perlahan disalurkan pada rangkaian tulang-tulang pendengaran. Tulang-tulang yang saling berhubungan ini - sering disebut " martil, landasan, dan sanggurdi"- secara mekanik menghubungkan gendang telinga dengan "tingkap lonjong" di telinga dalam. Pergerakan dari oval window (tingkap lonjong) menyalurkan tekanan gelombang dari bunyi kedalam telinga dalam.
3 - TELINGA BAGIAN DALAM
Telinga dalam dipenuhi oleh cairan dan terdiri dari "cochlea" berbentuk
spiral yang disebut rumah siput. Sepanjang jalur rumah siput terdiri
dari 20.000 sel-sel rambut yang mengubah getaran suara menjadi
getaran-getaran saraf yang akan dikirim ke otak. Di otak getaran
tersebut akan di intrepertasi sebagai makna suatu bunyi.
Hampir 90% kasus gangguan pendengaran disebabkan oleh rusak atau lemahnya sel-sel rambut telinga dalam secara perlahan. Hal ini dikarenakan pertambahan usia atau terpapar bising yang keras secara terus menerus. Gangguan pendengaran yang diseperti ini biasa disebut dengan sensorineural atau perseptif.
Hal ini dikarenakan otak tidak dapat menerima semua suara dan frekuensi yang diperlukan untuk - sebagai contoh mengerti percakapan
Efeknya hampir selalu sama, menjadi lebih sulit membedakan atau memilah pembicaraan pada kondisi bising. Suara-suara nada tinggi tertentu seperti kicauan burung menghilang bersamaan, orang-orang terlihat hanya seperti berguman dan anda sering meminta mereka untuk mengulangi apa yang mereka katakan.
Hal ini dikarenakan otak tidak dapat menerima semua suara dan frekuensi yang diperlukan untuk sebagai contoh mengerti percakapan. Contoh kecil seperti menghilangkan semua nada tinggi pada piano dan meminta seseorang untuk memainkan sebuah melodi yang terkenal. Dengan hanya 6 atau 7 nada yang salah, melodi akan sulit untuk dikenali dan suaranya tidak benar secara keseluruhan.
Sekali sel-sel rambut telinga dalam mengalami kerusakan, tidak ada cara apapun yang dapat memperbaikinya. Sebuah alat bantu dengar akan dapat membantu menambah kemampuan mendengar anda. Andapun dapat membantu untuk menjaga agar selanjutnya tidak menjadi lebih buruk dari keadaan saat ini dengan menghindari sering terpapar oleh bising yang keras.
Jenis gangguan pendengaran yang banyak terjadi adalah :
Gangguan pendengaran konduktif.
Gangguan jenis ini dikarenakan adanya hambatan gelombang suara masuk mencapai telinga dalam. Dapat dikarenakan oleh tertumpuknya kotoran telinga di liang telinga, berlubangnya gendang telinga, adanya cairan di telinga tengah, atau karena adanya pertumbuhan tulang di telinga tengah yang tidak normal (otosklerosis), sering kali gangguan pendengaran konduktif dapat diperbaiki secara medis atau operasi.
Gangguan pendengaran sensorineural
Jenis gangguan pendengaran yang paling sering terjadi, timbul ketika ujung-ujung saraf di telinga dalam tidak menyalurkan suara sebagaimana mestinya, sering kali diakibatkan dari rusaknya sel-sel rambut di dalam rumah siput, kerusakan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, termasuk suara bising atau penuaan alami dari sel-sel rambut (presbikusis / degenerasi sel) karena pertambahan usia. Gangguan pendengaran sensorineural tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan medis, tapi biasanya dapat dibantu dengan menggunakan alat bantu dengar.
Tinnitus.
Beberapa orang dengan gangguan pendengaran sensorineural juga mengalami hal yang disebut tinnitus, adanya suara yang terus-menerus didalam telinga. Sering kali permanent sifatnya dan tidak dapat ditangani secara medis atau operasi.